Banyak yang tidak menyadari bahaya dehidrasi sukarela ini karena
kurangnya informasi. Dehidrasi merupakan tanda alami tubuh kekurangan
cairan, disebabkan jumlah cairan yang keluar lebih banyak daripada
cairan yang masuk. Berdasarkan jenisnya, dehidrasi terbagi menjadi tiga,
yakni:
Ditandai dengan penurunan cairan tubuh 5% dari berat badan.
Tanda-tandanya: haus, mulut kering, bibir kering. Kondisi ini masih
sering diabaikan.
Ditandai dengan penurunan cairan tubuh 5-10% dari berat badan.
Tanda-tandanya: tonus kulit menurun (kalau kulit dicubit akan lama
kembali ke bentuk semula alias tidak kenyal), berat badan menurun,
konsentrasi menurun. Biasanya kalau sudah seperti ini orang baru akan
peduli.
Ditandai dengan penurunan cairan tubuh lebih dari 10% berat badan.
Tanda-tanda: mata menjadi cekung, kulit pucat, ujung-ujung jari menjadi
dingin karena aliran darah ke kapiler-kapiler berkurang, warna kulit di
ujung-ujung jari kadang jadi kebiru-biruan karena oksigen yang dibawa
aliran darah berkurang, dan denyut nadi turun dari cepat sekali menjadi
superlambat. Penderita jadi apatis dan kesadarannya perlahan menurun.
Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sangat berat,
dehidrasi bisa berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga
kematian.
Selain disebutkan di atas, tanda umum yang terjadi pada penderita
dehidrasi adalah berkurangnya frekuensi dan volume urine serta terjadi
perubahan warnanya. Orang yang terkena dehidrasi, selain jarang kencing
dan jumlahnya sedikit, warna urinenya pun lebih pekat. Ini terjadi
karena tubuh secara alami akan menahan semua cairan, termasuk cairan
yang mestinya dibuang seperti urine. Semakin lama ditahan, jumlah
kotoran yang terkandung di dalamnya semakin banyak, hingga warnanya
menjadi keruh.
0 komentar:
Posting Komentar