Minggu, 28 Juli 2013

Cerita Pendek "Zahra"

Diposting oleh Bunga Suryani di 05.38
Seorang arsitek pengairan di Banjar yang bernama Koswara baru saja selesai mengubur kepala kerbau untuk mengeringkan rawa Lakbok. Ia bermaksud untuk menjadikan rawa Lakbok dan rawa-rawa lainnya sebagai tempat pengairan sawah-sawah sekitarnya. Ia berharap dengan adanya pengairan itu,sawah-sawah didesanya akan cepat panen sehingga penduduk desa dapat menikmati hasilnya dan kehidupan mereka pun menjadi lebih baik.

Ia berusaha mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk mewujudkan keinginannya itu sehingga ia mengabaikkan kehidupan rumah tangganya. Ia merasa tidak kerasan berada di rumah karena isterinya itu sama sekali tidak mendukungnya.

Hal yang sama pun dialami oleh Karyadi, seorang bawahan Koswara. Ia merasa tidak bahagia dan tidak kerasan tinggal dirumah karena hatinya masih terpaut dengan Rini, wanita yang dicintainya itu. Ia lebih senang berada di kantor karena di tempat inilah ia bisa memandang Rini dengan sepuasnya.

Suatu hari Koswara menerima surat dari Departemen Sosial yang isinya memberitahukan tentang kedatangan inspektur sosial bernama Siti Zahra-mantan kekasihnya untuk memeriksa kedatangan buruh-buruh ditempat Koswara bekerja. Kedatangan wanita itu disambut hangat oleh Koswara.



Selama berada di desa itu, Siti Zahra banyak menghabiskan waktu bersama Koswara. Koswara banyak menceritakan tentang problema kehidupan rumah tangganya kepada mantan kekasihnya itu.

Keakraban mereka membuat hati Rini terbakar penasaran cemburu. Ia kemudian mendamprat Siti Zahra Namun, Siti Zahra menjelaskan bahwa hubungannya dengan Koswara sebatas mitra kerja. Ia menasihati Rini agar memberi perhatian kepada Koswara dan memberikan semangat agar suaminya berhasil.

Mendengar nasihat yang panjang lebar itu, hati Rini menjadi tergugah. Ia berterima kasih kepada Siti Zahra yang telah menggugah hatinya.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Bunga Suryani Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos